Sepenggal Catatan dari Pelatihan KB

Sungguh suatu keberuntungan bisa mengikuti pelatihan metode KB gratis yang diadakan BKKBN Makassar, dari tanggal 22 april~26 april 2012. Pelatihan ini merupakan bagian dari program pemerintah, jadi dananya pun berasal dari pusat.

Awalnya, saya memandang sebelah mata pelatihan seperti ini. Rasa tertarik cenderung karena acaranya gratis, dapat akomodasi penginapan gratis di hotel berbintang, dan dapat sertifikat. Tapi pandangan saya berubah 181 derajat. Menurut saya, acara ini sangat bermanfaat bagi pesertanya. Bahkan walaupun pelatihan ini harus dibayarpun, menurut saya itu amat sangat berharga.

Mengapa sih KB sangat mendapat perhatian dari pemerintah sehingga pemerintah rela mengeluarkan dana milyaran untuk mengadakan banyak program pelatihan seperti ini? Ternyata, maju tidaknya dan akses pembangunan sangat erat kaitannya dengan pertambahan jumlah penduduk. Mungkin sudah pernah dengar kalau laju pertambahan jumlah penduduk jauh melebihi laju pertambahan jumlah makanan. Jadi kalau sampai jumlah penduduk Indonesia meningkat drastis tanpa kontrol, besar kemungkinan akan terjadi kelaparan dimana~mana, banyak anak tidak bisa sekolah, banyak warga miskin, dan lain~lain.

Nah, salah satu program pemerintah yang sering dilakukan adalah pelatihan metode KB untuk petugas kesehatan baik itu dokter maupun bidan. Saya senang bisa mengikuti pelatihan metode KB yang saat itu dilaksanakan 5 hari di hotel Grand Palace, Makassar.

Pelatihan KB ini sebenarnya lebih menitikberatkan pada pelatihan pemasangan KB susuk dan KB spiral. Namun, disediakan juga waktu untuk kuliah mengenai KB hormon berupa suntik dan pil serta KB alamiah.

Pelatihan KB ini dibimbing oleh Dokter spesialis Kandungan ternama di Makassar dan bidan terlatih. Satu yang unik adalah bahwa Dokter spesialis yang membimbing kami ada tiga orang, dan mereka adalah satu keluarga. Ya, Dr. Tuti Retno, Sp.OG (ibu), dr. Imam Ahmad Farid, Sp.OG (anak laki~laki), dan dr. Monik, Sp.OG (anak perempuan).

Ada rasa salut sama dr Tuti yang sudah berhasil melahirkan dan membesarkan anak~anak yang cerdas dan berbakat. Masalah kualitas mengajar, jangan ditanya lagi. Ketiga~tiganya sangat baik dalam menyampaikan materi. Membuat para peserta kegiatan menjadi sangat mengerti apa yang disampaikan. Kami juga diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung, menanyakan apa yang kurang dimengerti.

Mengenai bidan~bidan yang mengajar, memang sengaja dipilihkan bidan~bidan yang berbakat alias memiliki kemampuan komunikasi dan mengajar yang baik, sehingga kami cepat mengerti dan tidak bosan dengan apa yang disampaikan.

Hari pertama cuma diisi dengan pembukaan oleh Pak Toni, ketua panitia penyelenggara pelatihan. Sesuai undangan, saya berusaha datang tepat waktu yaitu jam 14.00 wita. Saya datang di urutan nomer dua dari seluruh peserta. Agak kaget juga, karena ternyata acara pembukaannya baru dimulai pukul 20.00 wita. Ya, bisa diambil hikmahnya, yaitu bisa bersantai di kamar hotel yang nyaman :).

Hari kedua, kami mulai mengikuti pelatihan pemasangan spiral pada phantom (patung). O, iya sebelumnya diawali dulu dengan tes awal (pretest). Hasilnya bisa ditebak. Nilai para peserta sangat hancur. Nilai rata~rata hanya 58.

Di hari ke dua ini, baru saya perhatikan, bahwa ternyata dari 30 orang yang diundang, hanya 22 orang yang datang. Sungguh sangat rugi mereka yang tidak datang karena menurut saya pelatihan ini sangat berharga. Dokter~ dokter yang hadir mewakili RS Bersalin Masyita, RSB Elim, RS awal bros, RSAL, RSAU, RS Bhayangkara, RS Budi Mulia, RS Pelamonia.

Di hari ketiga, kami dievaluasi apakah sudah bisa melakukan pemasangan spiral secara benar dan steril atau tidak? Menurut saya, sebenarnya pemasangan spiral itu tidak terlalu susah. Yang susah itu hanya aspek kesterilannya. Bagaimana memasang spiral secara steril sehingga tidak mengakibatkan infeksi setelah pemasangan.
Di hari ketiga ini juga, kami diajar secara teori bagaimana melakukan pemasangan susuk atau implan KB secara benar dan (sekali lagi) steril.

Di hari keempat, kami kembali dievaluasi, tapi kali ini dalam melakukan pemasangan susuk KB. Berbeda dengan yang alat yang diajarkan di buku ilmu kandungan yang tebal itu. Di buku itu, implan yang dipakai adalah implan 6 batang. Implan yang diajarkan di pelatihan ini lebih modern karena hanya terdiri atas 2 batang dan alat~alat pemasangannya bersifat disposable alias sekali pakai langsung buang.
Di hari keempat ini, kami juga dibawa ke RSB Prof FARID yang berlokasi sekitar 200 meter dari hotel untuk mempraktekkan secara langsung apa yang sudah kami latihkan.
Syukur alhamdulillah, saya mendapatkan satu pasien ibu yang ingin memasang susuk KB. Dia memang sudah pernah memasang susuk KB setahun yang lalu, jadi dia sudah tdk merasa takut untuk dipasangi lagi.
Wiih, perasaan saat mempraktekkan langsung ke pasien sangat berbeda dengan saat mempraktekkan ke patung. Ada sensasi grogi, gemetar, keringatan karena takut salah. Tapi syukurlah, semua berjalan lancar.

Hari ke lima akhirnya datang. Hari perpisahan dengan teman~teman baru yang menyenangkan. Inilah salah satu hikmah mengikuti pelatihan semacam ini, karena mendapatkan kenalan teman sejawat baru yang asyik~asyik.
Di hari ke lima ini, kami kembali di tes untuk evaluasi tengah. Lho, kenapa tidak dinamakan evalusi akhir? Mungkin ada yang bertanya demikian. Kami pun sempat bertanya~tanya dalam hati. Sang pengajar menjelaskan bahwa memang sengaja dinamakan evaluasi tengah. Biarlah masyarakat nanti yang melakukan evaluasi terakhir saat kami mempraktekkan langsung hasil pelatihan ini.

Hasil dari evaluasi tengah ini cukup lumayanlah. Rata~rata nilai meningkat menjadi 87. Dua angka diatas nilai yang ditargetkan. Saya sendiri mendapat nilai 90. :) Lumayan, hehehe.

Akhirnya selesai sudah acara yang sangat menyenangkan ini. Terima kasih guru~guru pembimbing yang sudah ikhlas menebarkan ilmu pada kami. Saya yakin ilmu ini menjadi sangat bermanfaat dan bisa menjadi amal jariah.
O,ya, satu ucapan terima kasih khusus pada ibu haji bidan yang telah ‘memberiku’ kesempatan untuk menyanyikan lagu _Andai Ku Tahu (ungu) ke seluruh khalayak peserta pelatihan. I will never forget it. Hehehe.

Sepenggal kisah dari Grand Palace
Dr. Amrizal
30 April 2012

Incoming search terms:

    rsia prof farid makassar (2);dr tuti farid s pog makassar (1);pelatihan apn makassar dr tuti (1);rsia prof fa (1);

StatPress

Visits today: 32

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>