Peranan Mikrobiologi Pencegahan

Ada lima peran mikrobiologi pencegahan :

  1. Pengawasan
  2. Deteksi dan manajemen wabah
  3. Pengaturan penggunaan antimikroba
  4. Keterlibatan dalam komite pengendalian infeksi
  5. Pendidikan

Pengawasan.  Dalam teknik pengendalian infeksi, data tentang dunia mikroorganisme sangat vital. Tidak mungkin suatau program pencegahan infeksi bisa dilakukan tanpa adanya data yang akurat tentang kondisi mikroba saat itu seperti bagaimana pola resistensi antibiotik di suatu wilayah. Data tersebut tidak bisa tidak hanya bisa efektif diperoleh jika dikelola dengan baik oleh ahli mikrobiologi.

Namun saat ini ada beberapa tantangan yang dialami para ahli mikrobiologi dalam hal pengawasan. Yang pertama adalah semakin banyak ditemukannya agen infeksi baru misalnya penemuan virus influenza H1N1 pada tahun 2009. Yang kedua adalah banyaknya muncul pathogen yang resisten terhadap antimikroba yang sudah ada, misalnya Staphylococcus aures resisten vankomisin, Enterobacteriaceae resisten carbapenem. Yang ketiga adalah semakin tingginya tekanan dari pemerintah atau departemen kesehatan untuk menyediakan berbagai rapid test  untuk berbagai penyakit dengan tujuan mempercepat diagnose dan penyembuhan.

Deteksi dan Manajemen Wabah Penyakit. Mikrobiologi pencegahan sangat berperan dalam situasi pada saat terjadinya wabah atau bahkan mendeteksi ada tidaknya potensi terjadinya wabah. Ahli mikrobiologi bisa mengenali potensi-potensi wabah. Dalam suatu negara maju, biasanya terdapat program pemerintah berupa program pencegahan infeksi atau wabah penyakit. Ahli mikrobiologi biasanya akan dilibatkan dalam program ini. Mereka bisa berperan dalam memperkirakan potensi dari suatu sumber wabah, asal wabah, mode penyebaran wabah dan tipe molekul suatu suspek organisme penyebab wabah.

Ahli mikrobiologi tidak cuma sekedar mendeteksi sumber wabah pada saat terjadinya bencana. Mereka juga bisa mencari tahu penyebab pada saat bencana wabah tersebut sudah berakhir dengan menelusuri sumber-sumber di area bencana. Ini tentunya cukup penting untuk mencegah berulangnya kembali wabah yang sama di tempat lain.

Pengaturan penggunaan antimikroba. Di Amerika Serikat, semua rumah sakit memiliki program pengaturan penggunaan antimikroba, disusun berdasarkan suatu pedoman yang telah dipublikasikan oleh Infectious Disease Society of America  dan Society for Healtccare Epidemiology of America. Pengaturan penggunaan antimikroba ini sangat berkaitan langsung dengan keilmuan dari ahli mikrobiologi setempat. Pengaturan ini idealnya selalu diperbaharui dalam kurun waktu tertentu karena pola kuman dan resistensi antibiotik senantiasa berubah setiap waktu. Hasil pengaturan ini akan dijadikan sebagai pedoman dari dokter klinisi saat menangani pasien mereka.

Keterlibatan dalam Komite Pengendalian Infeksi. Sangat penting untuk melibatkan ahli mikrobiologi untuk berpartisipasi dalan program pengendalian infeksi dari pemerintah. Ahli mikrobiologi seharusnya jadi konsultan bagi pelaksana program pencegahan infeksi tersebut. Seorang ahli mikrobiologi  akan bisa menjadi ahli untuk menginterpretasi hasil kultur, konsultasi tentang pendekatan mikrobiologis terhadap suatu masalah kontrol infeksi. Mereka bisa membantu dalam mendeskripsikan metode yang paling tepat dalam mendeteksi, mengidentifikasi dan mengetes kepekaan pathogen nosokomia yang akan berpengaruh program pengendalian infeksi dari pemerintah.

Pendidikan. Ahli  mikrobiologi memainkan peranan esensial dalam mengedukasi ahli epidemiologi dan petugas pencegahan infeksi. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, persoalan mikrobiologi bukanlah hal sederhana. Ini adalah sesuatu yang perlu dilatih secara serius dalam sebuah pelatihan mikrobiologi khusus.

Bersambung ke : Cara Pengendalian dan Pencegahan Infeksi

Incoming search terms:

    pencegahan mikrobiologi (1);

StatPress

Visits today: 32

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>