Pengalaman Mengurus Paspor Online

Saya teringat percakapan saya dengan seorang tetangga sekitar dua tahun lalu. Panggil saja dia Pak Mansyur.  Saya tahu, dia itu sudah beberapa tahun ini,  tiap tahun pergi umrah. Yah, dia memang seorang tuan tanah alias penjual tanah kaplingan. Baru beberapa tahun dia sukses dalam usahanya ini.

Saya : Pak, bagi-bagi dong resepnya. Gimana cara supaya bisa kayak bapak, bisa umrah setiap tahun?

Pak Mansyur : Urus paspor dulu.

Saya : Tapi saya belum ada uang cukup Pak untuk daftar umrah.

Pak Mansyur : Pokoknya urus paspor saja dulu. Uangnya nanti dipikirkan. Bukti bahwa kamu ada niat umrah, ya urus paspor dulu.

Percakapan itu selalu saya ingat. Dan akhirnya pada September 2014, saya menyempatkan diri buat mengurus paspor. Saya berpikir memang tidak ada ruginya bikin paspor. Toh, buat paspor itu tidak mahal. Perkiraanku waktu itu cuma butuh dana sekitar 250 ribu rupiah. Setidaknya kalau ada paspor dan bosan melihat isinya kosong terus, ya, timbul motivasi kuat. Kan ke Negara terdekat seperti singapura atau Malaysia pasti butuh paspor kan!

Karena saya orangnya tidak suka repot, makanya terpikirkan untuk mengurus paspor secara online. Cari-cari di google, akhirnya ketemu tips dan triknya.

Berikut langkah-langkah untuk mengurus paspor online :

  1. Masuk ke link imigrasi berikut : http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/InetMenu.jsp

   2. Pilih link Pra Permohonan Paspor. maka akan muncul

3. Isi data-data yang ada disitu, terus klik lanjut
4. Masukkan data selanjutnya disini. Kemudian klik lanjut

5. Anda akan mendapat email konfirmasi yang meminta anda membayar ke bank bni seperti di bawah ini. Biayanya waktu itu Rp. 355.000,- ditambah biaya administrasi Rp. 5000,-. Datang saja ke bagian tellernya. Usahakan ada selang waktu sehari antara input data di website dan waktu pembayaran. Kalau terlalu cepat, biasanya data anda belum tersinkron dengan data di bank sehingga anda akan sia-sia datang karena petugas bank tidak akan memproses transaksi anda.


6. Setelah bayar di BNI, jangan lupa ikuti konfirmasi selanjutnya yang ada di bagian bawah email anda. Itu akan berisi konfirmasi kapan anda mau datang. Ingat, anda harus datang sesuai dengan tanggal yang anda jadwalkan. Karena kalau tidak, uang anda akan hangus. Dan anda harus registrasi ulang.

7. Datang ke kantor imigrasi. Waktu itu saya mengurusnya di kantor imigrasi Makassar di dekat kampus Universitas Kristen Indonesia Paulus. Biasanya jalur antrian pendaftar online dan pendaftar manual akan dibedakan. Saat itu, saya datang sekitar jam 08.30 pagi. Saya sempat kaget karena  nomer antrian dibatasi sampai 90. Tetapi, karena saya adalah pendaftar online (satu-satunya lagi), maka saya dibuatkan nomer antrian tersendiri dengan nomer berinitial B. Kalau pendaftar manual, inisial nomernya A.

8. Setelah dapat nomer, saya mengambil satu formulir untuk diisi. Formulirnya mirip dengan lampiran yang kita download di email konfirmasi di atas.Seharusnya, memang jalur antrian pendaftar online dan pendaftar manual itu beda. Tapi waktu itu, petugas antrian pendaftaran online lagi ada tugas (katanya) ke bagian pemberangkatan jamaah haji. Agak kesal juga sebenarnya. Akhirnya, harus nunggu antrian A selesai sampai nomer 90, baru saya dipanggil. Daripada bosan menunggu, akhirnya saya pulang dulu dan datang lagi beberapa jam kemudian.

9.Akhirnya jam 2 siang, saya datang lagi. Dan beruntung nomer saya dipanggil tidak lama setelah itu. Di bagian loket, berkas-berkas diperiksa. Data-datanya dicocokkan. Tidak sampai 3 menit, saya kemudian diberikan nomer antrian untuk melakukan Foto dan pengambilan sidik jari.

10. Menunggu lagi deh…. 2 jam kemudian….

11. Nomer C0084 dipanggil. Langsung saya lompat menuju ruang foto yang juga satu ruangan dengan ruangan sidik jari. Di situ kami menunggu giliran lagi.Ingat, ada aturan tentang pakaian yang harus dipatuhi. Terutama sekali, tidak boleh pakai pakaian putih. Katanya sih karena latar fotonya putih, jadi dilarang pakai jilbab putih, atau baju putih.  Jadi gimana ya kalau orang beruban, yang rambutnya putih semua? Apa harus dismer hitam dulu? :p

12. O, iya, pada saat mengisi nama di formulir (lihat no.8), usahakan isi dengan tiga nama. Jadi bagaimana dong, kalau di KTP juga ada satu nama, atau dua nama? Seperti saya. Nama saya Cuma dua nama. Amrizal Muchtar. Ya, akhirnya ditambah nama kakek menjadi Amrizal Muchtar Hadele. Untuk penambahan nama seperti ini, disyaratkan mengisi formulir Surat Pernyataan Penambahan Nama yang bisa dibeli di koperasi. Formulir ini harus disertai materai dan tanda tangan.

13. Setelah di foto, akan diambil sidik jari 10 jari tangan anda. Tenang, tidak pakai tinta pemilu kok. Alat sidik jarinya sudah elektronik, seperti saat kita ambil ktp elektronik.Bagi pendaftar manual, harus membawa Kartu atm Bank karena pembayaran paspor dilakukan setelah pengambilan sidik jari dengan cara gesek/debet langsung dari atm.

14. Selanjutnya, anda akan diberikan selembar formulir sebagai bukti untuk pengambilan  paspor anda seminggu kemudian. Pengambilan paspor itu, tidak bisa diwakili.

Mudah-mudahan pengalaman ini bisa membantu teman-teman. Sekarang kan zamannya online. Kalau bisa lebih mudah, kenapa cari yang susah?

Tolong dishare yah. Siapa tahu ada yang butuh info ini.

Penulis.

dr. Amrizal Muchtar

StatPress

Visits today: 13